Apa yang Ada di Depan?

Daripada memikirkan apa yang ada di depan, aku lebih senang mengenang apa yang telah lalu. Memikirkan apa yang ada di depan kadang berujung pada pengandaian yang tidak menyenangkan, yang ujungnya harus dan wajib  kita tutup dengan pikiran bahwa kita tidak pernah bisa menjadi perencana yang andal dalam menentukan.

Aku lebih banyak optimis tentang apa yang ada di depan, kan?
Iya, aku berusaha untuk itu. 

Aku tahu beberapa hal tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun, segala bentuk kesedihan dan kekecewaan yang berwujud dalam peristiwa kehilangan, perpisahan, kegagalan, atau apapun itu, pasti punya alasan dan jawaban yang entah kapan akan kita sadari adanya.

Nanti, ayo kita kenang semuanya. Ayo kita duduk berdua, mengenang masa-masa ini dengan senyum dan tawa haru tanpa mengkhawatirkan apa yang ada di depan. 

Iya, ayo berusaha!

Komentar